Cukup juga merogoh dompet Rp.15.000,00 per porsi, kita telah bisa memperoleh pulang 15 tusuk sate daging atau sate pusut yang lezat. Setiap hari tempat itu menghabiskan 70kg daging untuk memenuhi keperluan seluruh pengunjungnya. Dikarenakan, cita rasanya yang khas dan pasti berbeda membuat segala pelanggan bukan harap melewatkan kesempatan demi mencicipi sate khas Rembiga itu.

Mempertahankan citarasa-nya yang khas, Sate Rembiga saat ini menjadi satu diantaranya menu kuliner Pulau Lombok yang terkenal. Setiap wisatawan yang baru berkunjung ke Lombok juga tak sabaran untuk dapat mencicipi hidangan itu. Bumbu pedas dari cabai Pulau Lombok yang dipadukan juga aroma bumbu rempah yang khusus jadi perpaduan citarasa yang luarbiasa.
Perpaduan rasa pedas juga manis dagingnya yang gurih akan terus memancing kita demi menghabiskan setiap tusuk Sate khas Pulau Lombok ini. Sekalipun bumbunya pedas, bumbu satenya tak semrawut bumby atau layaknya bumbu sate dalam umumnya yang biasanya menikmati kacang ataupun kecap adalah pelengkap, tapi bumbu khusus yang diresapkan menuju dagingnya yaitu rahasia dibalik cita rasa khas Sate bakar itu.
Nah… seandainya kita sudah mencoba mencicipi sate khas Pulau Lombok itu, kami yakin anda juga bakal ketagihan. Selain ditunggu menurut segala pelancong, Sate Rembiga dengan banyak diminati rakyat setempat. Tempatnya yang sederhana tidak memangkas antusias pengunjung untuk mencicipi kuliner yang seorang ini.

