Tampilkan postingan dengan label desa sade. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label desa sade. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 September 2014

Berburu Kerajinan Lombok

Tak lengkap rasanya jikalau kamu melancong ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat sekedar demi menyaksikan keindahan bentang alamnya saja, apalagi akses dengan penginapan pada Lombok kini makin mudah diambil. Keindahan hukum adat serta budaya khas Lombok yang telah mendunia begitu juga menyenangkan lho untuk kita telusuri.

Sepanjang tersebut orang mengetahui kain tenun atau songket biasanya datang dari Nusa Tenggara Timur (NTT) atau Sumatera. Realitasnya, Pulau Lombok juga memiliki kain tenun pun yaitu tenun khas suku Sasak. Kain yang ditenun secara manual itu mempunyai beragam motif dan harga mulai dari puluhan ribu sesudah jutaan rupiah sesuai juga tingkat kehalusan kain yang berbeda-beda.

Kain tenun Sasak tersebut dapat dipakai atau diolah kembali menjadi sesuatu produk terupdate, contohnya sehelai kain tenun Sasak sukses dijadikan produk update mirip pakaian, taplak meja, tas atau aksesoris penghias ruangan. Jadi, secara tak langsung kerajinan kain tenun Sasak telah membantu menggeliatkan bisnis UKM serta menambah kesejahteraan penduduk setempat.

Nah, buat Kita yang berhasrat tahu lebih tambah soal geliat kerajinan kain tenun tradisional Lombok, maka berhasil mengunjungi salah satu tempat pada bawah itu:


Desa liburan yang letaknya di Rambitan, Pulau Lombok Tengah ini berjarak lima km dari Bandara Mancanegara Lombok (LOP). Bursa Gerbang Sade ada persis pada tepi cara utama ke Pantai Kuta. Lokasi tersebut masih selalu menjunjung juga melestarikan kebudayaan tradisional; suatu itu terlihat dari bentuk rumah yang tetap dipertahankan di bentuk aslinya. Layaknya suatu desa berlibur, Sade sudah dilengkapi juga area parkir juga pemandu berpengalaman.

Dusun Sade menjadi satu diantaranya tujuan nomor satu pelancong yang berburu kain tenun sasak. Di sini, menenun adalah mata pencaharian nomor satu kaum perempuan Kampung Sade. Satu kain tenun seukuran taplak meja berhasil diselesaikan pada kondisi satu pekan, sedangkan kain tenun ukuran besar penyelesaiannya membutuhkan saat setelah satu bulan. Proses menenun kain Sasak mampu disaksikan langsung di Dusun Sade akhirnya kamu akan mengetahui bagaimana sulitnya proses penenunan setelah pada akhirnya bahan kain tersebut sukses menjadi sehelai kain.

Desa Sukarara

Ada satu lagi desa wisata penghasil tenun Sasak yang populer di daerah Pulau Lombok Tengah. Dusun Sukarara terletak pada kecamatan Jonggot juga jarak tempuh satu kota 15 menit berkendara dari kota Mataram. Sejenis seperti pada Kampung Sade, sebagian besar kaum perempuan Sukarara mengisi kesehariannya juga menenun.

Perpaduan warna tanah serta pola asli khas Pulau Lombok membuat kain tenun dari desa itu populer juga coraknya yang berwarna cerah. Selain bisa melihat langsung proses pembuatannya, pengunjung yang dari dengan mampu belajar mulai dari proses menenun, pencelupan warna, pemintalan benang, setelah strategi menikmati media tenun tradisional.

Demi pembuatan pola tenun dasar biasanya diserahkan untuk penenun tua ketika polanya sudah terbentuk, proses pembuatan bersama tapi penenun lainnya. Rasanya sayang seandainya mengunjungi Pulau Lombok namun bukan memperoleh buah tangan kain tenun asli Desa Sukarara.

Memesan kamar hotel pada Lombok, bahkan pada high musim, cukup tidak ribet dikarenakan pesatnya perkembangan industri perhotelan di Lombok. Menyusul meningkatnya standar hotel, pelancong mampu memilih hotel termurah di Lombok dengan mutu yang memuaskan.

jadi, kapan berburu tenun Sasak ke Pulau Lombok?